Tersentak ketika aku melihat jam dinding di
kamar menunjukan pukul 06.23, dan itu berarti aku hanya punya waktu sekitar 7
menit untuk mempersiapkan segala halnya untuk perjalanan yang jauh hari ini.
Hari yang cerah membuat aku semakin bersemangat memulai touring bersama
anak-anak BACKPACKER ESCAPE di pagi ini. Perjalanan ini akan menempuh waktu
yang cukup lama sehingga aku banyak membawa air minum mineral dan sedikit snack buat
di perjalanan.
Setelah cek barang perlengkapan di Home Base, tepat
pukul 07.00 kami yang beranggotakan 8 orang melaju pelan ke arah Kota Kandangan.
Cuaca hari ini sangat mendukung untuk refreshing ketempat yang
katanya rawan akan kesejukan. Kami mencoba selalu bersyukur atas apa yang Tuhan
berikan termasuk hari ini, karena Dia telah memperbolehkan kami menuju hunian
yang sejuk nan prestisius.
| Memandang tugu dengan harap-harap cemas |
Melakukan perjalanan kurang lebih 30 menit
setelah lepas dari kota Intan , kami pun singgah dulu di Mesjid sekitar daerah
Sungkai untuk “kencing mania”, hal itu disebabkan karena cuaca yang cukup
dingin menyelimuti kami semua. Ada dua tempat kami singgahi selain mesjid di
Sungkai, kami juga beristirahat di Mesjid “Dedy Corbuzier” kata temanku
di Rantau, Kabupaten Tapin. Ada sesuatu hal yang mengganggu pikiranku
kenapa bisa disebut Mesjid “Dedy Corbuzier, ternyata alasannya kata temanku
pintunya bisa terbuka sendiri. Itu bisa terjadi, setelah kita mendekatinya
tepat di depan pintu. Hal itu disebabkan karena ada semacam alat
pendeteksi di pintunya sehingga ketika mendekatinya secara otomatis langsung
terbuka dengan sendirinya. Untuk mempersingkat waktu kurang lebih 30 menit kami
berada di Mesjid tersebut, perjalanan pun kembali dilanjutkan karena ditakutkan
ketika sampai disana terlalu siang.
Perjalanan kali ini mencaluk kantong
cukup banyak, akibat beberapa SPBU yang banyak tutup terpaksa kami pun mengisi
bahan bakar di pesisir jalan sampai dimana kami finish nanti.
Memasuki daerah persimpangan jalan di kota Kandangan, kami sedikit tersendat
karena banyaknya mobil yang antre di SPBU.
| Fokus tak jelas kemana |
Memasuki jalan yang tidak lagi selebar
yang kami lewati sebelumnya, tibalah kami di sebuah tempat yang penuh sejarah
di kota itu yakni, sebuah Taman Makam Pahlawan Kab.HSS. Melihat dan
merenung membuat perjuangan mereka di masa lalu seolah terlihat jelas di depan
kami. Seperti kata Presiden pertama kita Bung Karno bahwa “Bangsa yang besar
ialah bangsa yang masih bisa menghargai para pahlawannya.”
| Santai |
Next Step, Perjalanan menuju tempat tujuan
kami masing berlangsung sampai kami melalui jalan yang naik turun dengan daerah
pegunungannya yang sangat memukai, sungguh pemandangannya sangat menakjubkan.
Beberapa perumahan yang kami lewati membuat kami belajar akan budaya masyarakat
sekitar dengan menyapa dan berbicara dengan mereka disana.
Jalan berliku nan terjal menuju kedalam semakin kami rasakan dengan
teriakan-teriakan yang menyuarakan semangat kebebasan diri. Jembatan gantung
yang dibawahnya sungai yang airnya sangat jernih membuat kami terpesona
sambil berfoto sebagai LPJ (Lembar Pertanggungjawaban) ke rumah ketika
pulang nanti. Hehehe….
| Ehe |
Akhirnya kami sampai pula di tempat yang
memakan waktu kurang lebih 4 jam ini. Ya, daerah wisata Loksado dengan
air terjun Haratainya yang menjulang tinggi dan tampiasan airnya yang sejuk. Sebelum mandi, hal yang kami lakukan
setiap berada ditempat kunjungan yaitu Hantak
Sabumi dengan menumpahkan seluruh perbekalan kami masing-masing ke
wadah plastik berukuran sedang untuk selanjutnya dimakan bersama-sama. Air
minum yang habis di botol masing-masing, tak jadi masalah dengan tersedianya
banyak air disana. Sesudah kami semua selesai makan, kami langsung
berganti baju untuk selanjutnya mandi di dinginnya air terjun Haratai.
Dinginnya benar-benar semriwing.
Kontemplasi bersama alam seraya bersyukur atas segala karunia yang diberikan
Tuhan merupakan hal wajib bagi setiap orang yang datang kesana. Panorama
alamnya dapat membuat siapapun merasa betah untuk berada disana. Sekitar
pukul 15.00 kami pun semua berpamitan pada alam dan berharap nanti bisa
mengunjunginya mereka lagi.
| Swafoto |
![]() |
| Terjun |
Disana kami disuguhi hidangan di siang hari
yang sangat enak lagi lezat. Walau aku diajak oleh nenekku untuk tetapstay tapi
kawan-kawanku mempunyai kesibukan esok harinya sehingga tidak memungkinkan
untuk menginap. Setelah menyantap makan siang bersama kami pun semua berpamitan
pulang. Di perjalanan pulang kami santai sejenak bersama warga kandangan
lainnya di bundaran kota Semarak itu. Sebelum benar-benar pulang, kami
sempatkan membeli oleh-oleh khas kota Kandangan yakni Dodol kandangan karya ibu
Hj.Noorjannah yang sangat terkenal di seantero Kalimantan Selatan. Pagi
berangkat dan malamnya pulang, itulah momen sehari yang aku jalani bersama
kawan-kawan.
![]() |
| Selow |
Jam tanganku menunjukan pukul 22.00 ketika
sampai di rumah, sebelum pergi ke alam mimpi terlebih dahulu aku mandi setelah
seharian melakukan perjalanan menuju semenanjung kota di Kab. Hulu Sungai
Selatan. Aku belajar banyak hari ini, dan alam lah yang mengajari bagaimana
cara bersyukur sebenarnya walau dengan jalan yang berbeda. Loksado, satu
diantara banyak tempat wisata di Kalimantan Selatan yang tetap eksis sebagai
penyeimbang eksotika alam di kota seribu sungai. Tetaplah menjadi kerabat alam
karena alam mengajari dan menyatukan kita dengan caranya sendiri.


0 komentar:
Posting Komentar