Salam Sejahtera untuk
semua hal yang dapat mengubah pikiran sempit menjadi jauh lebih dewsa...
Rekonsiliasi antara hati
dan pikiran akan mencapai titik klimaks ketika keduanya sejalan...
Metamorfosa KSR_PMI di
tahun ke XIX ini menjadi dambaan bagi setiap kadernya...
Berharap kualitas melebihi
kuantitas yang ada sekarang ...
Udara malam sudah mulai
dingin dengan tiupan anginnya yang membuat suhu di badan mulai menggeliat.
Bertempat di pojok kampus hijau, kami semua memulai persiapan renungan dari
Kanda Irfan,S.Ag selaku pendiri KSR-PMI Unit IAIN Antasari Banjarmasin. Renungan
ini merupakan sebuah refleksi setiiap tahunnya dalam rangka HUT KSR-PMI XIX
IAIN Antasari. Sebelum memulainya kami di sarankan untuk berwudhu
terlebih dahulu agar nantinya renungan yang kami dapatkan bisa menjadi suatu
bahan referensi yang kuat untuk nantinya.
Berkumpul kami semua
berdiri dengan posisi melingkar dengan Kanda Irfan berada ditengah-tengah kami.
Beliau memulai introduction dengan sebuah penyampaian yang
langsung membuat kami semua tertegun. Bahwa kata beliau , dalam hidup ini kita
terkadang terlalu menuntut hak daripada menjalankan kewajiban terlebih dahulu.
Padahal dasar hukumnya sudah tertulis jelas di dalam Q.S Al-Fatihah ayat 5
dikatakan “Sesungguhnya engkaulah yang patut kami sembah dan kepada-Mu
jua lah tempat kami memohon pertolongan”. Dari terjemahan bebas dan
interpretasi dari para mufassir jika kita seyogyanya
mendahulukan kewajiban, “Sesungguhnya engkaulah yang patut kami sembah”.
Dan setelah itu baru kita menuntut hak kita “Dan kepada-Mu jua lah kami
memohon pertolongan." Akan tetapi realitas sekarang
menunjukan kita terlalu banyak menuntut hak dan kemudian melalaikan
kewajiban yang pada hakikatnya semua yang kita kerjakan juga untuk kita.
Hasil dari turunan tentang
hak dan kewajiban itu kemudian menghasilkan sebuah pertanyaan seputar kejadian
sehari-hari yang apabila kita dapatkan maka rasa itu membuat kita terkadang
bisa terpuruk. Nama rasa itu adalah KECEWA, sebuah perasaan dimana kita berada
dipihak yang dirugikan dengan berbagai problematika yang kita hadapi. Kanda
Irfan bertanya kepada kami semua apakah kami pernah kecewa dalam hidup ini, dan
semua dari kami menjawab jika kami merasakannya. Kecewa dengan berbagai hal
sepeti pernah dikhianati, tidak merasa dihargai orang lain, merasa belum bisa
membahagiakan orang tua, tidak bisa mendapatkan sesuatu yang selalu diinginkan
dll.
Dari pemaparan kami semua,
beliau mengatakan bahwa rasa kecewa itu bisa ada karena ada suatu energi yang
merasuk kedalam ruhaniah kita dan energi itu bersifat negative sehinggah harus
dibuang jauh-jauh dari sanubari hati kita semua.
Di bagian ini lah semua
hal tentang hidup dimulai dengan pertanyaan yang beliau kemukakan kepada kami
semua. Pertama, bayangkan ketika kalian berada di dalam hutan liar dan
dihutan itu terdapat sebuah goa, sesuatu apakah yang bisa dapatkan ketika
kalian masuk ke dalam goa tersebut?
Banyak dari kami ketika
melakukan “perjalanan” kedalam hutan menemukan berbagai macam hal, ada yang menemukan
cahaya, binatang melata, senjata tajam, dan bahkan ada yang menemukan digivise (baca:
alat koneksi di digital monster). Hasil berbagai temuan itulah menjadi
cermin kepribadian kami Berbagai macam interpretasi memutar-mutar apa
yang telah kami dapatkan dalam goa pikiran. Pertanyaan kedua dari beliau, Ketika berada di Mandiangin di dekat
terjun pada hitungan keberapakah (1-10) tetesan atau aliran air itu
terjadi?
Berbagai angka
keluar dari mulut kami semua ketika berusaha untuk mendalami isi makna
terselubung dari pemaparan beliau. Itulah pembentukan karakter yang diimbangi
efisiensi sebuah formula air terjun tersebut. Hal yang ketika beliau paparkan, Berjalan menuju puncak pegungan
dan ketika sudah berada dipuncaknya. Sesuatu apakah yang bisa kalian dapatkan
di atas sana?
Hampir semua dari kami
menemukan kayu pepohonan dengan segala kerindangan dan kesejukan panorama
puncaknya. Lagi, hal itu merupakan wujud implikasi perilaku yang kita lakukan
sehari-hari.
Terakhir
sebelum beliau menurut renungan malam itu, Bayangkan diri kalian mempunyai jiwa
petualang yang sangat kuat dengan snorkeling kedasar laut lalu
apakah yang ditemukan di bawah sana
Setelah kami semua selesai
melakukan renungan , maka kami pun berbincang dengan Kanda Irfan atau “balapak”
di pinggiran jalan depan Fakultas Syariah samping kolam ikan. Pada momen inilah
kami diajarkan bagaimana cara pandang hidup dengan paradigma yang sesuai dan
selalu dinamis. Bermuara dengan tingkatan kemampuan dalam mengatasi
permasalahan kemudian berlanjut penjelasan semua hal dalam kehidupan ini.
Beliau pada malam itu membicarakan semua hal atau bisa dibilang berbicara
secara komprehensif mulai dari agama, kesehatan, budaya, sosial, olahraga,
hukum, politik, teknologi, sampai style pada masa kini.
Organisasi KSR-PMI
menjalani suatu perjalanan yang sangat panjang lagi berliku. Tetapi,
dengan semangat kebersamaan maka semua itu bisa dihadapi. Hal itu bisa terjadi
sampai usia ke 19 tahun sekarang. Selalu mempunyai motto Salam
Kemanusiaan, adalah sebagian ciri khas organisasi ini.
Pemikiran beliau soal
agama sungguh unik dan terkesan menantang, hal itu disebabkan karakter beliau
yang keras dan kuat. Tapi tetap bijak ketika memandang ilmu agama. Kata beliau
jikalau ingin kuat hapalan maka jangan mengenal lawan jenis, karena ketika kita
sudah mengenal lawan jenis apalagi sampai tahap memandu kasih (baca : pacaran)
maka kebohongan lah yang selalu di utarakan berharap segala yang baik tampil
kepermukaan. Logika itu memang benar adanya apabila dikembalikan pada realitas
terkini.
Mengenai kesehatan sama
denga berbicara mengenai organisasi kami yakni KSR-PMI IAIN Antasari
Banjarmasin. Kesehatan menurut beliau sangatlah penting karena sangat mahal
adanya, ketika lagi sakit maka kesehatan sangatlah kita rindukan. Cerita ini
benar adanya ketika anak beliau jatuh sakit dan sampai opname di
Rumah Sakit.
Beliau juga membuat
prediksi yang bisa dibilang cukup kontroversi, Indonesia tidak akan dapat
bertahan 100 tahun. Hal itu disebabkan politik kapitalis yang semakin
menggerogoti jiwa-jiwa manusianya. Zaman sekarang hidup idealis merupakan
pilihan yang tepat ketika semua hal dirundung pragmatism .
Berpikir visioner kedepan merupakan sebuah tonggak awal dalam perumusan segala
halnya.
Beliau juga memberikan
sebuah petuah agar segalanya dirancang dari awal, karena apabila sudah ada
pegangan hidup maka segalanya terlihat jelas di depan mata. Contoh sesosok
pemimpin yang bisa membuat segalanya berubah, ya Bung karno lah tokoh yang berpkiran
jauh kedepan mengenai indoneisa, dengan pelbagai macam ide yang ditularkan
beliau akhirnya Indonesia dapat berdiri sejajar dengan bangsa merdeka lainnya.
KSR sekarang
bermetamorfosa menjadi sebuah organisasi sosial yang independen lagi netral,
Semenjak didirikannya pada tanggal 17 April 1993 oleh Kanda M. Irfan S,Ag dkk
dan sampai sekarang masih bertahan selama 19 tahun, KSR-PMI Unit IAIN Antasari
Banjarmasin telah berkembang pesat baik dari segi kuantitas anggotanya maupun
kualitas pengkaderannya. Organisasi ini terus menyebarkan misi kemanusiaan
dengan semangat kebersamaannya keseluruh lingkup dan aspek kehidupan. Setiap
tahun KSR-PMI Unit IAIN Antasari berulang tahun dan setiap tahun pula para
kader-kadernya memberikan banyak hal yang baru disetiap pergerakannya.
Woww Kereen Tulisannya..
BalasHapusSalam Blogger IAIN
by Gaptek
asli mantap banar nah tulisannya,,,,
BalasHapusHappy Milad Buat KSR-PMI, moga tetap eksis di dunia kampus
Mr Simpel
Sanggar Musik
Karakter itu bukan ada dengan sendirinya, tapi karakter itu harus dicari. Hilangkan 1 kata yang selalu menggiring ke pola pemikiran negative "KECEWA"!!! (Tetap bertahan dalam satu wadah organisasi dengan berbagai karakter penggerak tuk satu misi "HUMANITY". SALAM KEMANUSIAAN!!!
BalasHapusGaptek@ salam juga kwan..
BalasHapusmr.simple @ thanks broo.. hee
huda@ betull sangaaaaaaaad yunda hudaaaaa... everthing's gonna be ok IF without "KECEWA"
7 years ago I've written this blog, Proud of me wk
BalasHapus